Kementan Jamin Stok Bawang Merah dan Cabai Aman Jelang Idul Adha
Kementerian Pertanian (Kementan) prediksikan stok bawang merah, cabai besar dan cabai rawit cukup untuk memenuhi kebutuhan Idul Adha yang akan berlangsung sekitar sebulan lagi. Tidak hanya itu, bahkan pihaknya menjamin ketersediaan ketiga komoditas strategis ini sampai akhir tahun.
“Kalau bawang merah perkiraan ketersediaan 1,2 juta ton sampai akhir tahun dan kebutuhannya kira-kira 1,1 juta ton, jadi kita punya kelebihan kira-kira 188 ribu ton”, kata Agung Hendriadi, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian, Selasa (23/8), di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta.
![]() |
| Picture by Hanny Bie Rizki |
Dalam prognosanya, diperkirakan ketersediaan bawang merah untuk bulan Agustus ini sekitar 128,2 ribu ton dengan perkiraan kebutuhan hanya sekitar 94,8 ribu ton, sehingga akan surplus 33,5 ribu ton. Selanjutnya untuk bulan September perkiraan ketersediaan sekitar 121,9 ribu ton sedangkan kebutuhan hanya sekitar 94,4 ribu ton sehingga juga akan mengalami surplus sekitar 27,5 ribu ton.
Cabai besar, yang juga dinyatakan aman jelang Idul Adha, diperkirakan surplus 17,5 ribu ton untuk bulan Agustus ini dengan ketersediaan cabai besar sekitar 98,3 ribu ton sedangkan kebutuhan hanya sekitar 80,8 ribu ton. Bulan September juga diperkirakan surplus 19,6 ribu ton dengan ketersediaan sekitar 98,3 ribu ton sedangkan kebutuhan hanya sekitar 81,7 ribu ton.
Kementan juga menjamin bahwa sampai akhir tahun ini cabai besar akan aman dengan perkiraan surplus sekitar 226,4 ribu ton dimana total ketersediaan sekitar 1.209,5 juta ton sedangkan total kebutuhan hanya sekitar 983,1 ribu ton.
Selain itu meski jumlahnya tak sebanyak cabai besar, kekurangan pasokan cabai rawit menjelang Idul Adha pun dinilai tidak akan terjadi. Hal ini dikarenakan prediksi cabai rawit untuk bulan Agustus ini surplus sekitar 24,4 ribu ton dan untuk bulan September surplus sekitar 16,6 ribu ton.
Hingga akhir tahun ini pun cabai rawit juga diperkirakan surplus sekitar 188 ribu ton dengan total jumlah ketersediaan sekitar 890,2 ribu ton sedangkan total kebutuhan hanya sekitar 702, 3 ribu ton. >>Hanny Bie Rizki<<



Comments
Post a Comment